Grobogan
Panen Jagung

Menteri Pertanian
menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memberikan bantuan benih unggul kepada
para petani, sehingga kedepanya panen jagung akan semakin meningkat. Walaupun
produksi jagung saat ini sudah surplus namun pemerintah tetap melaksanakan
impor jagung secara terbatas karena hal ini dilakukan untuk mengantisipasi
kondisi cuaca akibat pengaruh el nino. Menteri Pertanian mengulang apa
yang disampaikan saat menghadiri panen raya padi di desa Klampok Godong yaitu bahwa faktanya saat ini petani masih
dipermainkan oleh para tengkulak yang mengambil untung besar tapi merugikan
petani. Mereka membeli hasil panen dari petani dengan harga murah namun
menjualnya di pasar dengan harga tinggi. Pemerintah berjanji dalam setahun
kedepan ini semua praktek-praktek yang merugikan petani tersebut akan diakhiri
sehingga harapannya kesejahteraan para petani akan makin meningkat.
Panen jagung di Klambu
Kabupaten grobogan kali ini dengan lahan
seluas 6,1 hektar milik perum perhutani RPH Ploso Kerep, Purwodadi. Setiap 1 Hektar
bisa menghasilkan jagung pipilan 5 ton dari hasil panen ini sangat membantu
perekonomian masyarakat Grobogan sehingga kesejahteraan mereka semakin meningkat,
Jelas Mentan RI.
Turut hadir Bupati Grobogan Bambang Pudjiono,
Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD (Kasad) Mayjend TNI Kustanto Widiatmoko,
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Gatot Irianto, Kepala Badan
Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Forkompinda Grobogan. ( Penrem
073/Makutarama).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar