
Dalam
pengarahanya Pangdam Diponegoro Mayjen TNI Tatang Sulaiman di Aula Makoyonif menyampaikan
prajurit jangan sampai lengah, jaga markas dan material dan personel karena
adanya peningkatan radikalisme dan ISIS yang mengancam keamanan nasional,
prajurit harus siap dan siaga jangan sampai kecolongan. Dan kegiatan satuan
harus diprogramkan berlatih untuk meningkatkan profesionalisme prajurit. Pangdam
mengatakan pentingnya peran Persit sebagai istri prajurit yang harus tetap
melaksanakan kewajibannya mendampingi suami dimana pun bertugas dan memberikan
dorongan moril suami, serta sebagai ibu bagi putra putrinya dalam membina
keluarga senantiasa semakin dirasakan manfaatnya. Ketekunan dan ketabahan
ibu-ibu dalam membimbing putra putri serta ketegaran dalam mendampingi suami
bertugas agar tetap dipelihara dengan baik.
Peran
ganda tersebutlah yang dimiliki oleh setiap istri prajurit, betapa pun beratnya
peran yang ibu-ibu jalankan, semua itu merupakan kewajiban sebagai istri
prajurit untuk mendukung dan mengabdi kepada suami, serta keluarga.
“Keberhasilan
suami tidak lepas dari peran istri yang dengan tulus iklas dengan sikap mental
yang kuat, ketabahan dan kemandirian yang teguh dalam mendampingi suami
melaksanakan tugas pokok dimanapun bertugas dan mengabdi, apalagi kali ini
ibu-ibu baru di tinggal suami dalam melaksanakan tugas Negara ke Papua” kata
Mayjen TNI Tatang Sulaiman.(Penrem 073/Mkt)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar