Selasa, 11 Februari 2020

Babinsa kerja Bhakti diwilayah binaan


Jepara - Kerja bakti merupakan cara untuk mempererat tali persaudaraan dan hubungan antara TNI dengan rakyat agar terjalin semakin baik sebagai wujud kepedulian dengan warga dan wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Kelet Serda Muhammad Junedi.Senin,(10/2/2020).

Akibat hujan yang sangat deras pada Sabtu 08/02/2020 sehingga mengakibatkan longsor tanah pertanian di RT 28 RW IV Desa Kelet yang mengakibatkan putusnya 2 aliran air untuk pertanian (irigasi gaimah dan irigasi goprak). Babinsa sudah berkoordinasi dengan Petinggi dan perangkat desa untuk menghubungi BPBD Kab Jepara dan mendapatkan bantuan 500 karung yang nantinya akan di isi dengan tanah untuk membuat tanggul penahan air. 

Irigasi gaimah dan irigasi goprak ini merupakan saluran utama untuk pengairan sawah sampai ke lahan pertanian Sambungoyot. Kegiatan kerja bakti ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat dan kehadiran Babinsa diharapkan bisa membuat warga desa semakin semangat dalam bekerja bakti.

"Alhamdulilah, hari ini longsoran irigasi gaimah sudah bisa diselesaikan, sehingga aliran air untuk pertanian sudah kembali normal. Untuk irigasi goprak akan diselesaikan hari berikutnya," terangnya. (Penrem073/Makutarama)

Senin, 10 Februari 2020

Upacara juga merupakan sarana komunikasi unsur pimpinan untuk menyampaikan berbagai informasi aktual


Salatiga (10/2) Upacara pengibaran bendera yang secara rutin dilaksanakan pada hari senin memiliki makna penting, sebagai upaya untuk mengingatkan Prajurit dan PNS Korem 073/Makutarama pada masa perjuangan para generasi pendahulu, dan juga sebagai sarana Komando guna menjalin komunikasi antara pimpinan, staf dan seluruh prajurit Korem 073/Makutarama, untuk dijadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan demikian akan menumbuhkan sikap pancasilais didalam diri dan jiwa para prajurit dan PNS Korem 073/Makutarama.

Upacara diikuti  seluruh Prajurit Korem 073/Makutarama beserta jajarannya  di wilayah Kota Salatiga. bertindak selaku Inspektur Upacara  (Irup) Dandenbekang Salatiga Letkol Cba Pardi, Komandan Upacara (Danup) Kapten Inf Joko Wuryanto.  Upacara berlangsung  khidmat, tertib dan lancar. bertempat dilapangan Upacara Makorem 073/Makutarama.

Upacara juga merupakan sarana komunikasi unsur pimpinan untuk menyampaikan berbagai informasi aktual dan kebijakan yang harus diketahuai oleh seluruh anggota. Hal tersebut tentu perlu diwujudkan dalam bentuk kinerja yang tinggi, sesuai bidang tugas  dan tanggung jawab masing-masing.

Seluruh pimpinan juga tidak bosan-bosannya untuk menekankan masalah disiplin karena disiplin merupakan nafas seorang prajurit dalam setiap melaksanakan tugas dan untuk memantapkan kualitas pengabdian kepada bangsa dan Negara, guna menyongsong tugas-tugas ke depan yang semakin kompleks dan dinamis.

Hadir pada upacara tersebut para Dankastdisjan, Kasi, para Pasi, serta Kabalakrem 073/Makutarama. (Penrem 073/Makutarama)

Jumat, 07 Februari 2020

Prajurit Makutarama latihan UTP Umum


Salatiga(7/1). Untuk mempertajam serta meningkatkan kemampuan dan profesionalisme bagi parajurit, Korem 073/Makutarama menyelenggarakan Uji Terampil Perorangan (UTP) umum bagi anggota militer berpangkat bintara dan tamtama. Kegiatan Latihan UTP umum dilaksanakan selama dua hari TMT tgl 6 s.d 7 Februari 2020.

Pasilat Korem 073/Makutarama Mayor Kav J. Manurung menjelaskan kegiatan UTP ini merupakan program kerja dari komando atas setiap tahunnya dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan prajurit secara perorangan maupun satuan sesuai dengan bidang dan Jabatan masing-masing. Materi yang diujikan meliputi kemampuan dan keterampilan perorangan sesuai dengan kepangkatan dan jabatan seorang prajurit, serta pengetahuan kemampuan Navigasi darat, pengetahuan senjata ringan, Pionir, ilmu intelijen dasar  dan militer dasar. Intinya laksanakan latihan ini dengan bersungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab sehingga hasilnya dapat baik dan maksimal. selama kegiatan utamakan faktor keamanan baik personel maupun materiil.”ungkapnya.

Lebih lanjut Pasilat menyampaikan dengan di selenggarakan kegiatan UTP umum ini di harapkan untuk anggota Korem 073/Makutarama mampu melaksanakannya sehingga bisa mendukung tugas pokok TNI yang semakin berat dan kompleks. Di harapkan para peserta bisa menjawab pertanyaan yang di berikan oleh penguji di 6 pos yang sudah di siapkan oleh penyelenggara latihan.”imbuhnya

Kegiatan latihan ini sebagai tolak ukur keberhasilan satuan dalam pembinaan prajuritnya. Hasil dari  kegiatan UTP ini akan di jadikan bahan dan evaluasi dalam pembinaan satuan yang akan datang sehingga di harapkan ada peningkatan dari tahun sebelumnya.
Kegiatan ini diikuti oleh prajurit Korem 073/Makutarama terdiri dari pelaku dan pelatih/penguji materi (Penrem073)

Selasa, 04 Februari 2020

Prajurit Makutarama harus taat hukum


Salatiga (4/2) Tim penyuluhan hukum Kodam IV/Diponegoro memberikan penyuluhan kepada para prajurit dan PNS yang berlangsung di Aula Korem 073/Makutarama.
Danrem 073/Mkt yang diwakili Kasrem Letkol Inf Ari Sundoro, S.Sos dalam sambutanya mengatakan, selaku pribadi maupun sebagai Komandan Korem 073/Makutarama, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Kakumdam IV/Diponegoro Kolonel Chk Maryono, S.H., M.H beserta rombongan, yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk hadir di Korem 073/Makutarama ini guna memberikan penyuluhan  hukum, baik hukum disiplin prajurit maupun hukum pidana.

Hukum adalah peraturan berisikan perintah dan larangan untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu yang berupa norma dan sanksi yang dibuat dengan tujuan untuk mengatur tingkah laku manusia, menjaga ketertiban, keadilan, dan mencegah terjadinya kekacauan. Hukum memiliki tugas untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat, dan setiap individu berhak untuk memperoleh pembelaan di depan hukum. Sehingga untuk menjamin tatanan yang ada dalam kehidupan makhluk sosial dalam suatu Negara sehingga diatur sistem yang bertujuan adanya keseimbangan dan mencegah kesemena-menaan dari orang tertentu yang lebih kuat kepada yang lebih lemah disegala bidang kehidupan. Sebagai warga Negara, individu maupun kelompok tertentu, dengan demikian semua warga Negara berlaku sama di mata hukum.

Hukum tidak untuk ditakuti, tetapi harus kita laksanakan demi kedisiplinan, ketertiban, keamanan dan kedamaian dalam kehidupan baik pribadi maupun satuan dalam berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kita menjadi prajurit-prajurit dan PNS TNI AD yang berkarakter kuat, berdedikasi serta mampu menjadi contoh dan tauladan di lingkungan sekitar kita. Kegiatan penyuluhan hukum di Makorem Salatiga kali ini terasa sangat hidup dan dan para prajurit sangat antusias dengan bukti mereka banyak yang mengajukan pertanyaan kepada tim penyuluh hukum dari Kodam IV/Diponegoro.

Kakumdam IV/Diponegoro Kolonel Chk Maryono, S.H., M.H. dalam pengarahannya mengungkapkan bahwa, Kegiatan ini merupakan upaya untuk mencegah terjadinya pelanggaran perkara hukum disiplin Militer yang lain di lingkungan Korem 073/Mkt. pengawasan melekat atau pengawasan internal sebagai salah satu fungsi komando, melaksanakan program pembinaan personel dan pembinaan mental untuk meningkatkan kepatuhan, ketaatan dan kedisiplinan prajurit terhadap ajaran agama, etika dan moral serta peraturan hukum dan tata tertib.
Hadir dalam kegiatan ini para Kasi/Pasirem Korem 073/Makutarama, para Dan/Kasatdisjan dan seluruh prajurit, PNS Korem 073/Makutarama (Penrem 073/Mkt)

Senin, 03 Februari 2020

upacara bendera memiliki arti penting, terutama untuk memantapkan kebersamaan prajurit

Salatiga - (03/2), Upacara bendera yang selalu kita laksanakan memiliki arti penting, terutama untuk memantapkan kebersamaan dan soliditas satuan, serta meningkatkan tekad pengabdian dalam rangka mendukung tugas pokok Korem 073/Mkt di masa depan.

Dandenhub Rem 073/Makutarama Letkol Chb Aprijon bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara bendera ini yang di ikuti oleh seluruh personel TNI dan PNS Korem 073/Mkt dan Dinas jawatan jajaran Korem 073/Mkt bertempat dilapangan Upacara Makorem 073/Makutarama.

Dalam amanat komandan Korem 073/Makutarama yang disampaikan oleh inspektur upacara, bahwa upacara bendera memiliki arti penting, terutama untuk memantapkan kebersamaan dan soliditas satuan, serta meningkatkan tekad pengabdian dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD dimasa depan yang tidak semakin ringan. Seperti kita ketahui bersama, bahwa volume dan frekuwensi tugas-tugas TNI AD akan semakin padat dan besar, seiring dengan perkembangan situasi dan dinamika perubahan ditengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dan juga kita harus waspada terhadap potensi-potensi ancaman lainnya, termasuk ancaman bencana alam seperti banjir yang menimpa beberapa wilayah kita. Hal itu disebabkan karena letak geografis serta perubahan cuaca yang ekstrim sehingga menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana alam di Indonesia. Sehubungan hal tersebut, seluruh anggota beserta satuan jajaran agar tingkatkan kewaspadaan melalui Deteksi dan Cegah dini terhadap setiap perkembangan segala kemungkinan yang akan terjadi dengan cermat. Laksanakan kordinasi, sinergitas dan kerja sama yang baik dengan instansi lain maupun berbagai komponen yang ada dimasyrakat.

Hadir pada upacara tersebut para Kasi/Pasi Korem 073/Makutarama, Dankastdisjan jajaran Korem 073/Makutarama, serta PNS jajaran Korem 073/Makutarama 073/Makutarama. (Penrem073/Makutarama)