Rabu, 27 April 2016

Nilai Minimal Harus 65



Salatiga (26/4), Dalam rangka meningkatkan kemampuan fisik untuk mendukung kelancaran tugas pokok Puluhan Prajurit TNI dari Korem 073/Makutarama Salatiga mengikuti kegiatan Test Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik I Tahun 2016 di stadiun Kridanggo Salatiga.

Sebelum pelaksanaan garjas dimulai, terlebih dahulu para anggota memeriksa tensi tekanan darah yang dilaksanakan oleh tim kesehatan dari DKT Salatiga. Setelah dinyatakan memenuhi syarat, anggota dapat mengikuti garjas selanjutnya. Pelaksanaan test kesegaran jasamani diawasi langsung oleh Kajasrem 073/Mkt  Kapten Kav Sudarto.  Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari, terhitung tanggal 26 sampai dengan 29 April 2016. Kegiatan samapta merupakan program dari komando atas yang bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan dan kebugaran individu Prajurit. Di hari pertama dalam pelaksanaan Semapta ini di khususkan untuk prajurit yang berpangkat PAMA atau dari Letda s/d Kapten.

Adapun materi yang dilaksanakan antara lain Tes kesegaran ‘A’ dengan lari jarak 3.200 meter dan tes kesegaran ‘B’ meliputi pull up, situp, pus up dan shutlle run, serta renang militer dengan gaya dada sejauh 50 meter. Dari nilai hasil keseluruhan tes Kesegaran Jasmani (samapta A+B) ini dibagi menjadi dua sehingga mendapatkan nilai akhir yang akan digunakan sebagai dasar penilaian samapata periodik.

Anggota harus mendapatkan nilai diatas 65 sebagai nilai lulus uji samapata. Hal ini mengacu pada skep Kasad No: Kep/83/III/2013, tentang pemberlakukan tes kesegaran jasamani lari 3200 meter.
( Penrem 073/Mkt)




Selasa, 26 April 2016

Blimbing Tidak Setenar Dulu


Demak – Muncul ide menarik terkait pelaksanaan TMMD Reguler ke-96 Kodim 0716/Demak dengan desa sasaran Desa Trengguli, kecamatan Wonosalam. Yakni, banyak pihak yang beharap momen tersebut diharapkan bisa mengembalikan  kejayaan buah belimbing yag menjadi buah khas Kota Wali, Demak.

Sejumlah warga Trengguli sendiri belakangan ini sempat mempertanyakan, rencana pemerintah Demak yang akan menghijaukan kawasan pinggir sungai Apur C7, di Desa setempat,  dengan Tanaman Belimbing.

Dandim Demak Letkol Inf Nanang T Wibisono, menyatakan prihatin, dengan semakin berkurangnya pohon belimbing di Demak, dan disinyalir warga lebih memilih menanam pohon jambu.  ‘’Ini perlu mendapat perhatian semua pihak, dengan semakin berkurangnya pohon blimbing di Demak,  bahkan menjurus punah. Bahwa saat ini pohon belimbing sulit didapat di kawasan itu. Kondisi jauh berbeda dengan Demak yang dulu periode 1990- an, dimana banyak pohon belimbing tumbuh.

Menurutnya, penyebab pohon belimbing tidak bisa lagi setenar dulu di karenakan masyarakat Demak sudah beralih menanam pohon jambu air. Alasannya cukup masuk akal, yakni dikarenakan untuk perawatannya pohon jambu air lebih mudah daripada pohon belimbing.

‘’Padahal belimbing adalah ikon kota Demak yang perlu dilestarikan sesuai budaya lagu Lir ilir Kanjeng Sunan Kali Jogo”Ijo royo royo penekno belimbing kuwi”  ungkap  Dandim.

Diakuinya, upaya mengembalikan kejayaan buah Blimbing di Demak cukup dilematis. Pemerintah tidak bisa memaksa para petani untuk menanam belimbing, karena petani sendiri bisa mendeteksi komoditas mana  yang lebih menguntungkan.Tanaman belimbing lebih susah perawatannya, karena membutuhkan air, buahnya harus di bungkus dengan daun jati agar beraroma enak.

Sehingga tidaklah berlebihan jika warga Trengguli berharap, melalui TMMD, TNI bisa memberi motivasi agar penanaman pohon Blimbing bisa digalakan di Demak, sehingga kejayaan Blimbing Demak bisa dicapai kembali. Dari pantauan, beberapa pemilik kebun belimbing di Demak, belakangan ini  kini mulai melakukan pembibitan dan mempertahankan perkebunan belimbing yang tahun lalu mulai ditinggalkan.

Sekedar kilas balik,  di era 1990-an, banyak warga yang bisa tercukupi
kebutuhannya hanya dengan mengandalkan pohon belimbing di sekitar rumahnya. Bahkan  ada warga bisa menunaikan ibadah haji dari hasil menjual belimbing. Namun sekarang, sebagian besar pohon yang mereka pelihara sudah uzur. Produktivitasnya pun sudah mulai menurun. Rata-rata setiap pohon hanya mampu menghasilkan 10 - 15 buah saja.(Penrem 073/Mkt)




Bekerja Juga Sebagai Ibadah      



Salatiga (25/4), Untuk meningkatkan kedisiplinan prajurit dan PNS di lingkungan Korem 073/Makutarama dan jajaranya, Kasrem Letkol Inf Agustinus Sinaga memberikan pengarahan dan penekanan setelah melaksanakan kegiatan upacara bendera di halaman Makorem Salatiga.

Diawal pengarahanya Kasrem menyampaikan ucapan terima kasih dari Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han) kepada seluruh prajurit dan PNS Korem Salatiga akan pelaksanaan rangkaian kegiatan kebangsaaan mulai dari Kirab Merah Putih, pemecahan rekor MURI Bubur Merah Putih dan Shalawat Kebangsaan karena bisa berjalan dengan aman lancar dan tertib.

Selain itu Kasrem, memerintahkan kepada prajurit dan PNS yang telah di tunjuk melaksanakan suatu pekerjaan supaya dilaksanakan dengan ikhlas dan bertanggung jawab, karena dengan ikhlaslah suatu pekerjaan akan selesai sesuai dengan yang di harapkan. Jangan mengeluh akan pekerjaan yang kita terima, masih banyak orang-orang di sekitar kita yang tidak mempunyai pekerjaan untuk itu kita harus selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, “Jelas Kasrem.

Tentang kegiatan kedepanya beliau menyampaikan, dalam waktu dekat Korem akan melaksanakan gladi posko 4 Kodim sekaligus yang akan dilaksanakan pada minggu ke 2 bulan Mei 2016 besok. Kegiatan gladi posko ini akan akan serentak di laksanakan di Balai Makutarama.  Gladi posko ini merupakan wahana untuk melatih unsur pimpinan satuan dan anggotanya di dalam merespon informasi dari Komando Atas, sehingga suatu informasi akan segera di cerna dan tindak lanjuti sesuai dengan norma/aturan yang berlaku. Di akhir pengarahanya Kasrem memerintahkan supaya kita senantiasa berhati-hati di dalam perjalanan baik itu berangkat dan kembali dalam bekerja karena jalur transportasi sekarang sudah sangat ramai. ( Penrem 073/Mkt).





  

Senin, 25 April 2016

Disiplin Harga Mati

Salatiga ( 25/4), Tidak ingin anggotanya terlibat dalam kasus Narkoba  yang terjadi di Komplek Perumahan Kostrad Tanah Kusir Jaksel beberapa waktu yang lalu dan tindakan kejahatan lainnya, Danrem 073/Makutarama memberikan Jam Komandan di Aula Makorem.

Dalam pengarahannya, Danrem menekankan kepada seluruh anggotanya agar kembali kepada jati diri TNI. Danrem mengatakan “Masih dalam penyelidikan, anggota TNI yang terjaring Razia Narkoba dan Kejahatan lainnya, apakah karena faktor ekonomi atau memang sifat perorangan atau karena lingkungan, perlu penyelidikan yang mendalam. Namun kembali lagi, kita adalah Tentara Nasional Indonesia yang memiliki tugas untuk mempertahankan Kedaulatan NKRI baik gangguan dari dalam maupun luar negeri. Jangan kalian kotori tugas yang mulia itu dengan tindakan-tindakan yang mencoreng nama baik TNI dan Keluarga kalian”.

Selain itu, Danrem menambahkan “Tingaktkan disiplin diri, jangan seperti kuli. Jika tidak diawasi bertingkahlaku seenaknya sendiri”. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasrem, para Kasi dan seluruh Pa, Ba, Ta dan PNS Korem 073/Makutarama. (Penrem 073/Makutarama)
Hikmatnya Upacara Bendera di Makorem

Senin (25/4), Cinta tanah air adalah suatu kasih sayang dan suatu rasa cinta terhadap tempat kelahiran atau tanah airnya. Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air & bangsa.

Berangkat dari hal tersebut, Korem 073/Makutarama melaksanakan upacara bendera merah putih minggu militer di halaman Makorem. Tampak berbeda dengan upacara bendera sebelumnya, seluruh Prajurit yang mengikuti upacara tersebut dari Pamen sampai Tamtama memakai Seragam Loreng NKRI yang menandakan kecintaan Prajurit akan Kedaulatan NKRI. Alunan musik instrumen “Indonesia Raya” yang dimainkan oleh tim Korp Musik Ajenrem 073/Makutarama menambah hikmatnya prosesi pengibaran bendera yang dipimpin langsung oleh Komandan Upacara Kapten Inf Agung Kartika.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Para Perwira Korem dan Satdisjan Rem 073/Makutarama. (Penrem 073/Makutarama) 

Jumat, 22 April 2016

Segarkan Kembali Kemampuan Dasar Militer

Salatiga (21/4) Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa.S.Sos,M.Si,M.Tr (Han) menghadiri kegiatan Apel Dansat tersebar jajaran Kodam IV/Diponegoro TA 2016 yang dibuka oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, bertempat di Rindam IV/Diponegoro. Pelaksanaan Apel Dansat yang di ikuti oleh para staf ahli Pangdam, para asisten Kasdam dan  kepala badan pelaksana Kodam, para komandan satuan dan jajarannya, para Dandim dan jajarannya. 

Apel Dansat kodam jaya diisi dengan materi ceramah  dari Irdam, Asrendam ,Aspers, Asops, Aslog ,Aster, Kajasdam, Kakesdam serta dilanjutkan dengan teori dan praktek, Uji petik teori Navigasi darat, Uji petik renang militer dasar; dan Uji petik menembak senapan dan pistol  dilaksanakan selama 5 hari, dimulai pada tgl 21 s.d 25 April 2016.

Dihadapan seluruh peserta Apel Dansat Pangdam mengatakan bahwa melalui kegiatan seperti ini,poin poin penting tentang kebijakan Pimpinan TNI AD dan kegiatan yang menonjol dilaksanakan oleh kodam serta perkembangan yang terjadi di tengah dinamika masyarakat, tersampaikan dengan baik selanjutnya di teruskan kepada seluruh anggota di satuan. Kegiatan Apel Dansat yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini meyegarkan kembali kemampuan dasar militer seperti menembak sanapan dan pistol,navigasi darat dan renang,juga sebagai wahana untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman para unsur pimpinan dan komandan terutama meyangkut peyelenggaraan pembinaan satuan.


Selaras dengan tema yang diangkat dalam apel Dansat kali ini yang berbuny “Reaktualisasi Kepemimpinan Dansat Guna Memantapkan Soliditas, Profesionalitas dan Militansi Prajurit Kodam IV/Diponegoro Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok". Dengan apel Dansat ini diharapkan membawa manfaat bagi kemajuan kodam di masa yang akan datang. (Penrem 073/Makutarama)
Danrem Terima Langsung Piagam MURI



Salatiga (20/4), Korem 073/Makutarama berhasil membuat rekor MURI baru yaitu membuat Bubur Merah Putih dengan ukuran 6,10 Meter x 9,10 Mater dengan tebal 10 CM yang di buat di halaman Makorem 073/Makutarama Salatiga.

Dalam pembuatan bubur ini murni dikerjakan oleh puluhan prajurit TNI dari Korem 073/Makutarama Salatiga  yang dimulai pada pukul 05.00 WIB. Pembuatan bubur ini menghabiskan 450 Kg tepung beras dan gula jawa sebanyak 500 Kg.

Di sela-sela penyerahan piagam  MURI,  Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han) mengatakan pemecahan rekor ini di buat dalam rangka menyambut Hari Kartini dan HUT Persit Kartika Chandra  Kirana ke-70 Tahun  2016. Pembuatan bubur sumsum ini memang sengaja di bentuk menyerupai Bendera Merah Putih sehingga bisa  menambah rasa nasionalisme dan kebangsaan bagi kita semua sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Selain pemecahan rekor Bubur Merah Putih ini,  sebelumnya di adakan pawai  Kirab kebangsaan yang di ikuti ribuan personil TNI maupun Masyarakat.

Bubur merah putih yang  telah di masak akan di bagikan kepada seluruh masyarakat yang hadir maupun yang ada di wilayah Kota Salatiga, dengan tujuan semoga semua warga bisa mengilhami dengan warna bubur merah putih ini semua akan bangkit dan meningkatkan jiwa nasionalisme di hati sanubari kita.

Pada penyerahan piagam MURI ini diberikan langsung oleh Ibu Wida dari Tim MURI yang langsung di terima oleh Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han) di halaman Makorem Salatiga, bubur merah putih ini bukan hanya rekor nasional tapi merupakan rekor Internasional yang tercatat sebagai rekor MURI ke-7400 .  

Merupakan kebanggaan tersendiri bagi semua warga Korem Salatiga terutama Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han) karena berhasil membuat prestasi yang gemilang sehingga nama beliau tercatat di Museum Rekor MURI Indonesia. ( Penrem 073/Mkt)