Jumat, 22 April 2016

Bubur merah putih mengilhami jiwa nasionalisme



Salatiga (20/4), Korem 073/Makutarama berhasil membuat rekor MURI baru yaitu membuat Bubur Merah Putih dengan ukuran 6,10 Meter x 9,10 Mater dengan tebal 10 CM yang di buat di halaman Makorem 073/Makutarama Salatiga.

Dalam pembuatan bubur ini murni dikerjakan oleh puluhan prajurit TNI dari Korem 073/Makutarama Salatiga  yang dimulai pada pukul 05.00 WIB. Pembuatan bubur ini menghabiskan 450 Kg tepung beras dan gula jawa sebanyak 500 Kg.

Di sela-sela penyerahan piagam  MURI,  Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han) mengatakan pemecahan rekor ini di buat dalam rangka menyambut Hari Kartini dan HUT Persit Kartika Chandra  Kirana ke-70 Tahun  2016. Pembuatan bubur sumsum ini memang sengaja di bentuk menyerupai Bendera Merah Putih sehingga bisa  menambah rasa nasionalisme dan kebangsaan bagi kita semua sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Selain pemecahan rekor Bubur Merah Putih ini,  sebelumnya di adakan pawai  Kirab kebangsaan yang di ikuti ribuan personil TNI maupun Masyarakat.

Bubur merah putih yang  telah di masak akan di bagikan kepada seluruh masyarakat yang hadir maupun yang ada di wilayah Kota Salatiga, dengan tujuan semoga semua warga bisa mengilhami dengan warna bubur merah putih ini semua akan bangkit dan meningkatkan jiwa nasionalisme di hati sanubari kita.

Pada penyerahan piagam MURI ini diberikan langsung oleh Ibu Wida dari Tim MURI yang langsung di terima oleh Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han) di halaman Makorem Salatiga, bubur merah putih ini bukan hanya rekor nasional tapi merupakan rekor Internasional yang tercatat sebagai rekor MURI ke-7400 .  

Merupakan kebanggaan tersendiri bagi semua warga Korem Salatiga terutama Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han) karena berhasil membuat prestasi yang gemilang sehingga nama beliau tercatat di Museum Rekor MURI Indonesia. ( Penrem 073/Mkt)





Danrem Makutarama, Shalawat Kebangsaan Tingkatkan Nasionalisme Masyarakat


Salatiga ( 20/4), Salah satu rangkaian Kirab merah putih yang di laksanakan oleh Korem 073/Makutarama adalah Shalawat Kebangsaan yang di pimpin langsung oleh Habib Lutfi Bin Ali  Bin Yahya kiai karismatik dari Pekalongan,  di halaman Makorem Salatiga.

Sebelum di mulai acara shalawat kebangsaan di awali dengan pembacaan teks Pancasila oleh Rektor UKSW  Prof. Pdt. John A. Titaley, Th.D, dan menyanyikan lagu Padamu Negeri serta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Dalam Shalawat Kebangsaan ini mengusung tema “Bela Negara”, di dalam ceramahnya Habib Lutfi Bin Ali  Bin Yahya,  mengatakan Bela Negara bukanlah hal yang bersifat militer. Makna Bela Negara seperti ini terbilang sempit. Tema Bela Negara yang diangkat dalam Konferensi Ulama Thariqah adalah bela negara yang mengikat seluruh anak bangsa untuk mengangkat rasa memiliki. Jika setiap anak bangsa sadar akan rasa memiliki, maka negara akan kuat. Kekuatan dari Bela Negara adalah rasa cinta kepada tanah air masing-masing.

Tidak hanya berarti sempit militer, Bela Negara justru mengikat pula dalam pendidikan, perdagangan, pertanian, termasuk menopang kemajuan bangsa. Maka, Bela Negara jangan dimengerti sebagai angkat sejata, tetapi bagaimana Bela Negara melahirkan kaum intelektual dalam bidang pertanian, kelautan, dan seluruh ranah kebangsaan, sehingga sikap yang benar-benar memperkokoh bangsa dan negara adalah Bela Negara juga. Jadi tidak hanya di militer, namun ada juga pada mencetak ilmuan, saintis, lewat pendidikan, dan lainnya, agar tercipta kedamaian dunia.

Indonesia sangat luas dan luar biasa, kita semua mengetahui. Indonesia juga negara yang sangat strategis. Negara yang paling kaya kepulauan. Namun sejauh mana anak-anak kita belajar tentang perbatasan Negara? Apa yang mereka pelajari dari hasil daerah dan Negara? Anak-anak kita sudah banyak yang ketinggalan.

"Mungkin ini disebabkan kurangnya pendidikan dari orangtua. Sehingga anak menjadi rabun akan Bangsanya. Padahal wajib hukumnya Bela Negara," tutur Habib Luthfi. "Memajukan pendidikan, ekonomi, pertanian itu termasuk dalam kategori bela negara. Kekayaan apa yang ada di negara masing-masing”.

Tentara dan rakyat jauh tidak saling kenal. Tapi alhamdulillah di Indonesia tiap hari ulama dan tentara saling berhubungan. Rakyat dan tentara saling berhubungan. Program tentara masuk desa untuk membantu rakyat. Tentara adalah anak bangsa. Sehingga terbangun saling menghormati antara Ulama dan Tentara, Rakyat dan tentara. Tentara bukanlah instansi terpisah dari masyarakat. Mereka adalah bagian dari warga ini juga, “pungkas beliau. 

Hadir dalam Shalawat Kebangsaan ini pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, Para Dandim jajaran Rem 073/Mkt, Para Dan/Satdisjan Rem, Para Kasi/Pasi, Frkompinda Kota Slatiga dan Kabupaten Semarang serta para alim Ulama yang ada di daerah Salatiga dan Semarang. (Penrem 073/Mkt)


Kamis, 21 April 2016

Danrem Makutarama, Antusiasme Tinggi Masyarakat Ikuti Kirab


Salatiga (20/4), Ratusan bendera Merah Putih dikirab keliling Kota Salatiga yang di bawa oleh ribuan peserta kirab. Kirab merah putih ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengobarkan patriotisme, dan menumbuhkan nasionalisme kepada warga yang ada di wilayah Korem Salatiga dan jajaranya khusunya di Salatiga.

Pemberangkatan rombongan kirab merah putih, dari halaman Makorem 073/Makutarama Salatiga ini  di pimpin langsung oleh Habib Lutfi Bin Ali  Bin Yahya  dari Pekalongan pada pukul 08.30 WIB, yang di dampingi, Danrem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han), para Askasdam IV/Diponegoro dan segenap jajaranya serta  para Forkompinda Salatiga dan Semarang.

Habib Lutfi Bin Ali  Bin Yahya  menegaskan, kirab Merah Putih ini untuk meningkatkan nasionalisme dan menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan kepada seluruh warga khususnya generasi pemuda penerus bangsa. 

“Dengan momentum kirab merah putih ini diharapkan meningkatkan kerjasama antara  Pemerintah, TNI Polri, Pelajar, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan semua warga dan mengingat perjuangan para leluhur kita”. Tegas Habib Lutfi Bin Ali  Bin Yahya 

Komandan Korem 073/Makutarama Kol Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han),  menyambut gembira dengan berlangsungnya kirab merah putih tersebut.  Karena kegiatan itu, akan menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa  sehingga akan memupuk persatuan dan kesatuan dimasyarakat.

Dengan kegiatan kirab ini antusiasme warga dalam mengikuti acara kirab merah putih kali ini sangat besar sehingga kami sangat bangga ternyata masyarakat Kota Salatiga memiliki harapan yang besar terhadap Bangsa dan Negara ini, Tegas Danrem

Rombongan kirab ratusan bendera merah putih itu,   untuk  start dan finishya di halaman Makorem Salatiga dengan   route mulai Jalan Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sukowati, Jalan Kartini,Jalan Monginsidi, kembali kearah Jalan Diponegoro masuk ke Makorem, dengan jarak 5 KM.  untuk urut-urutan kirab pertama dari Kontingen A yang dipimpin oleh tim MOGE dari Salatiga dan Pati, kontingen B yang dipimpin oleh Tim Kolone Senapan dari Yonif 410/Alugoro, kontingen C yang dipimpin oleh 1 Kontingen Mp Dim 0722/Kudus + 1 Tim, dan kesenian Jipin, kontingen C  yang dipimpin oleh 1 Kontingen Mp Yon Zipur + 1 Tim Kesenian, kontingen D yang dipimpin oleh 1 Kontingen Mp Yon Zipur + 1 Tim Kesenian Reog, kontingen E  yang dipimpin oleh 1 Tim Drumblag Salatiga.  Kirab tersebut digelar dalam rangkaian Peringatan Hari Kartini dan HUT Persit Ke-70 tahun 2016.

Selain acara kirab merah putih ini juga di adakan pemecahan Rekor Muri tentang replika bendera Merah Putih terbuat dari bubur tepung beras dengan                           panjang 9 (sembilan) M, lebar 6 (enam) M dan                     tebal 5 (lima) CM di Korem 073/Mkt dalam rangka memperkokoh Soliditas kesatuan dan persatuan serta kebersamaan dengan komponen masyarakat di wilayah. (Penrem 073/Mkt)


Selasa, 19 April 2016

Korem Salatiga Terima Kunjungan Tim Pusterad



Selasa (19/4) Dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang tertib administrasi teritorial, Danrem 073/Makutarama yang diwakili Kasrem Letkol Inf Agustinus Sinaga didampingi Kasiter Letkol Kav Agus Tri S. beserta seluruh peserta dari Kodim jajaran, menyambut tim dari Pusterad yang dipimpin Letnan Kolonel Arm Hari Wibowo di ruang Aula Makorem.

Danrem dalam amanatnya yang dibaca Kasrem mengatakan “ Dalam melaksanakan tugas Korem 073/Makutarama berpedoman kepada kebijaksanaan Pangdam IV/Diponegoro, yaitu disiplin, peningkatan kinerja dan tertib administrasi. Hal ini dapat membuahkan hasil nyata disertai pengawasan yang melekat dari para pimpinan, sehingga penyelenggaraan binter dapat dilaksanakan secara terus menerus dan berlanjut. Berkaitan dengan itu, bahwa muatan produk meliputi pokok -  pokok penyelenggaraan binter yang dapat mewujudkan Kemanunggalan TNI -  Rakyat dalam rangka pertahanan Negara dan pembangunan nasional.

Sebagai bagian dari upaya untuk menghindari terjadinya kesalahan ataupun penyimpangan, demi efisiensi dan efektifitas dalam pelaksanaan tugas serta upaya untuk mengukur, sejauh mana program kerja binter yang telah dilaksanakan oleh satuan. Karena itu kehadiran Tim dari Pusterad, akan sangat berarti bagi para pejabat pelaksana binter di satuan masing – masing dalam menyusun produk dasar dan produk operasional dalam rendal binter yang dibuat dengan baik, teratur, terkoordinasi secara terpadu, sehingga dapat dilaksanakan secara berhasil guna dan berdaya guna demi kepentingan pertahanan Negara dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan mempertanggung jawabkan program-program binter di satuan tugas masing-masing.


Hadir dalam kegiatan tersebut, para Pasiter, Batiter, Babinsa Kodim Jajaran Korem 073/Makutarama. (Penrem 073/Makutarama)
Tingkatkan Kinerja Suami

Salatiga (18/4), Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han)  menghadiri puncak syukuran peringatan HUT ke – 70 Persit Kartika Chandra Kirana Koordinasi Cabang Rem 073 di Aula Makorem Salatiga

Dalam sambutan Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Kav Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr (Han)keberadaan Persit tidak dapat dipisahkan dari TNI AD. Tugas pokok Persit membantu Kepala Staf Angkatan Darat dalam pembinaan istri prajurit dan keluarganya, khususnya dalam bidang mental, fisik, kesejahteraan dan moril, sehingga dapat berpengaruh positif terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas prajurit. Demikian pula di satuan penugasan kita masing–masing, sudah menjadi tanggung jawab dan kewajiban kita bersama untuk selalu memupuk, meningkatkan dan mengembangkan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana, agar dalam mendukung tugas pokok TNI AD khususnya Korem 073/Makutarama dari waktu ke waktu menjadi semakin terukur dan berkualitas.

Kita semua menyadari bahwa, kita berada di dalam lingkungan organisasi Korem 073/Makutarama yang mendharmabaktikan diri sebagai Pertahanan Negara dalam bidang teritorial dengan mendukung program-program pemerintah dalam pembangunan maupun swasembada pangan. Oleh sebab itu, tugas sebagai pengayom, pengaman dan pelindung bangsa dan negara dari segala bentuk dan jenis ancaman harus dapat kita laksanakan dengan sebaik – baiknya.

keberhasilan seorang suami, tidak terlepas dari peran dukungan, kesetian dan ketulusan seorang istri. Sebagaimana ungkapan yang menyatakan bahwa ”Dibalik Kesuksesan Seorang Suami Terdapat Kehebatan Seorang Istri”. Demikian juga sebaliknya, kegagalan seorang suami, tidak terlepas  dari pengaruh negatif dan ketidak pedulian seorang istri. Oleh sebab itu, seorang istri harus mampu memberikan energi positif, menjadi sumber inspirasi dan penyemangat yang konstruktif, sehingga para suami tetap tegar dan mampu menjalankan tugas pengabdiannya secara profesional dan optimal. Demikian juga dengan tugas sebagai seorang ibu, bagi putra  putrinya, tentu bukan merupakan tugas yang mudah dan ringan. Terlebih di era modern saat ini, yang diwarnai berbagai dampak negatif lingkungan seperti Narkoba, budaya kekerasan, kenakalan remaja, pergaulan bebas dan lain sebagainya. Karena itu pengasuhan, pendidikan serta upaya untuk menyiapkan putra–putri sebagai generasi penerus, harus selalu di utamakan.


Sebelumnya Komandan Korem 073/Makutarama atas nama pribadi dan segenap warga Korem 073/Makutarama mengucapkan ”Selamat Ulang Tahun dan Selamat berbahagia kepada segenap anggota  Persit kartika Chandra Kirana dimanapun berada”.( Penrem 073/Mkt)
HUT Persit Salatiga di Makorem

Salatiga (18/4), Persatuan Isteri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 073, merayakan HUT KE-70.  Kegiatan berlangsung di Aula Makorem Salatiga.
Komandan Korem selaku pembina Persit  dalam sambutannya secara pribadi dan segenap warga Korem 073/Makutarama mengucapkan ”Selamat Ulang Tahun dan Selamat berbahagia kepada segenap anggota  Persit kartika Chandra Kirana dimanapun berada

Melalui momentum ini, hendaknya dapat dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap semua yang telah dilakukan organisasi Persit Kartika Chandra Kirana selama setahun ini, dalam rangka lebih mengoptimalkan kinerja organisasi dimasa mendatang.

Pada puncak Acara Peringatan Hut ke-70 Persit KCK Tahun 2016 diisi dengan acara pemotongan tumpeng oleh Ibu Ketua Ny Prantara Santosa dan diserahkan kepada anggota Persit terlama Ny Nurkholis dari Tim Intel Rem. Selain itu Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 073 dan Ibu Wakil Ketua Persit berkesempatan juga memberikan hadiah kepada para pemenang lomba antara lain Volly ball, Paduan Suara Dan Dirigent dan Tetabuhan


Hadir dalam acara syukuran, para Dandim jajaran ,para Kasi dan Danyonif 410/Alugoro, dan para Dan/Kasatdisjan Rem.kegiatan ini  berlangsung dengan aman lancar dan khidmat . ( Penrem 073/Mkt)

Senin, 18 April 2016

Tegakkan Aturan Setegak-tegaknya

Salatiga (18/4), Komandan Kompi Markas Kapten Arm Sudarwadi memberikan penekanan kepada anggotanya dalam kegiatan apel pagi di halaman Makorem Salatiga.

Dankima mengharapkan kepada seluruh anggota Korem 073/Mkt agar tetap waspada dan memelihara komunikasi dalam membina keluarga masing-masing maupun lingkungan masyarakat. Dan lebih meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan, bilamana ada hal-hal yang mengarah kepada tindakan anarkhis maupun peredaran dan penyalahgunaan narkoba, segera laporkan kepada unsur pimpinan kita. Selain itu Kapten Arm Sudarwadi berharap kita bersama-sama untuk mengevaluasi dan mawas diri dalam melaksanakan tugas ke depan yang semakin kompleks dengan berbagai peluang dan kendala yang harus kita hadapi dengan mengedepankan militansi. Sehingga tercipta figur prajurit yang profesional, disiplin dan berdedikasi tinggi dalam melaksanakkan tugas di bidang masing-masing.


Yang paling penting Dankima menyampaikan rencana besar yang kan di laksanakan Korem pada tanggal 20 April 2016 besok yaitu Kirab Merah Putih dan Shalawat  Kebangsaan, untuk itu beliau meminta kepada semua prajuritnya untuk lebih giat dalam melaksanakan kegiatan tersebut sehingga event besar tersebut nantinya akan berjalan dengan lancar dan sukses seperti yang kita harapkan bersama. ( Penrem 073/Mkt)